Mari Bercinta…

Sesungguhnya segala puji hanyalah milik Allah, kita memuji Allah, dan kita mohon pertolongan kepada Allah, dan kita mohon ampunan kepada Allah.
Dan kita mohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan-kejahatan diri kita, dan dari keburukan-keburukan ‘amal kita.

Ayyuhal shalihin-shalihat, sesungguhnya cinta tertinggi adalah Cinta kepada Allah SWT, kemudian cinta kepada Rasulullah SAW. Begitu cintanya Allah kepada kita, sampai-sampai Allah memerintahkan kepada Rasulullah, Muhammad SAW, “Katakanlah (wahai Muhammad): “Jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 3:31)

Lalu bagaimanakah kiranya manifestasi dari rasa cinta kita itu? Bagaimana cara menyampaikannya? Bagaimana cara mengungkapkannya? Apa yang harus kita lakukan untuk cinta kita itu?

Ada banyak cara. Salah satunya adalah dengan berinteraksi secara intensif dengan Al-Quran.
Dan Ramadhan, adalah momentum yang sangat baik untuk merawat cinta kepada Allah dan kepada Rasulullah SAW.
Dan Ramadhan, adalah momentum untuk membaca ‘surat-surat Cinta’ Allah kepada kita semua, yang dengan ‘surat-surat Cinta’ itu Allah berikan petunjuk; perintah dan larangan, kabar gembira tentang syurga dan peringatan tentang dahsyatnya siksa neraka.
Ya… Ramadhan adalah bulan diturunkannya Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan sebagai pembeda antara yang Hak dan yang Bathil.

Bagaimana kiranya shalihin-shalihat punya rasa, jika suatu ketika dulu, saat belum ada teknologi canggih seperti sekarang ini, saat kita jauh dari orang-orang yang kita cintai -orang tua, anak, kekasih hati- dan tak ada cara untuk mengungkapkan kerinduan dan cinta selain saling berkirim surat?
Bagaimanakah kiranya shalihin-shalihat punya rasa, saat menunggu surat-surat dari orang-orang tercinta?
Lalu kemudian datanglah surat yang kita tunggu-tunggu dari orang-orang terkasih itu.

Bagaimanakah kiranya shalihin-shalihat punya rasa dalam dada? Berbunga-bunga? Kiranya rindu yang telah sekian lama ada terobati. Kiranya hati yang merana karena cinta, menjadi berbunga-bunga seolah cinta baru bersemi.

Dan semua itu tidaklah seberapa dibanding ‘Surat-surat Cinta’ yang telah dikirim oleh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang dikirimkan melalui manusia agung yang tiada duanya sepanjang zaman, yang sangat mencintai dan dicintai Allah, Muhammad SAW.
Ya… semua surat-surat cinta dari orang-orang tercinta dan terkasih itu tidaklah seberapa dibanding Al-Quran. Yang bila membacanya, maka Allah berikan satu kebaikan di setiap hurufnya, dan satu kebaikan itu dilipatgandakan pahalanya.
Ya…, Al-Quran. Yang sebaik-baik manusia adalah yang belajar Quran dan mengajarkannya kepada orang lain.

Wahai para pecinta kebaikan…!
Wahai para pecinta kebenaran…!

Mari rawat cinta kita, tumbuh bersemikan cinta kita, kepada Quran…!
Yang dengan cinta itu, semoga Allah sayangi kita, menjadikannya untuk kita pemimpin, cahaya, petunjuk dan kasih sayang.

Selamat bercinta di bulan Ramadhan….! Semoga istiqomah dalam cinta.
Cinta kepada Allah…,
Cinta kepada Rasulullah…,
Cinta kepada Quran…,
Cinta kepada orang-orang beriman…,
Cinta kepada kebenaran dan keadilan…,
Cinta kepada sesama makluq ciptaan Allah.

Wallahu a’lamu bishshawab….

2 thoughts on “Mari Bercinta…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>