Iman dan Ujian

Sebagaimana orang-orang shalih yang taat pada Allah dan RasulNya, kemudian mengajak amar ma’ruf nahi munkar, saling tolong menolong dalam urusan kebaikan dan ketaqwaan kepada Allah, maka sesungguhnya begitu pula halnya dengan orang-orang jahat.

Orang-orang jahat akan saling tolong-menolong (tentunya bersama syetan) dalam dosa dan permusuhan (kepada Allah, Rasulnya dan orang-orang beriman). Mereka (bersama syetan) mengajak kepada kemunkaran dan mencegah orang shalih untuk berbuat baik. Tujuannya?
Tentu mengajak untuk ingkar kepada Allah, Rasul dan Kitab Allah.

Begitulah keniscayaannya. Kebaikan dan orang-orang shalih tentu akan dapat musuh. Tentu akan mendapatkan ujian.
Jangan dikira, kalau kita sudah beriman kepada Allah, beramal shalih, suka dzikir dan sholawat, kita akan fine-fine only dan happy. No…
Tidak…, tidak begitu…

Orang beriman pasti akan diuji Allah, tidak cukup dengan hanya mengatakan, “Kami beriman”. Tidak cukup.
Kalau mau masuk syurga itu cobaannya berat, sebagaimana orang-orang beriman terdahulu sebelum kita.
Diantara ujian bagi orang beriman, salah satunya¬†adalah adanya hiruk pikuk penistaan agama. Itu ujian bagi orang beriman, dimana dia berdiri. Bersama penista agama, atau bersama para ‘ulama dan orang-orang shalih yang membela Islam dan Quran, dan menuntut penista agama dihukum berat.
Itulah salah satu ujian keimanan.

Kalau ada yang bilang, Quran tak perlu dibela, Islam tak perlu dibela, Nabi Muhammad SAW tak perlu dibela maka katakan pada mereka, “Ya, Quran tak perlu dibela, karena Quran diturunkan Allah dan Allah pula yang mengajanya. Ya, Islam tak perlu dibela, karena Islam adalah tinggi dan tak ada lagi yang lebih tinggi darinya. Tapi saya yang perlu membela. Tapi saya yang mau membela, agar saya punya nilai di hadapan Allah. Agar saya menjadi tentara Allah untuk menjaga Quran dan meninggikan kalimat tauhid. Saya yang perlu membela, agar dengannya maruah Islam dan Quran terjaga. Agar saya pantas masuk surga Allah, karena membela Quran dan agama yang diridhoi”

Mengapa begitu?
Karena mereka -orang-orang jahat itu-, ingin sekali menjauhkan orang beriman dari agamanya. Mereka sangat ingin memadamkan cahaya Allah. Sangat ingin.
Akan tetapi Allah…., Allah yang menyempurnakan cahayaNya dan orang-orang kafir tidak menyukainya, kemudian mengerahkan berbagai macam upaya.
Secara terang-terangan, atau sembunyi-sembunyi dibalik jargon Pancasilais, keBhinnekaan, pluralis dan anti diskriminasi.

Lihatlah….
Mereka berusaha menjauhkan ummat Islam dari Allah dan Rasulnya, sejak dahulu kala sampai hari ini, memanfaatkan atau bekerja sama dengan orang-orang munafik yang bermulut manis namun berhati busuk. Merekalah yang kemudian membuat rekayasa-rekayasa, tuduhan-tuduhan dan berbagai macam cara licik dan kotor. Merekalah yang kemudian menguasai media-media, membombardir informasi dengan fitnah dan kedustaan, seolah mereka tidak akan mati dan tidak akan diminta pertanggung jawaban.

Eh…, sudah panjang yaa…
Udah dulu deh…

***DISCLAIMER:
Tidak menerima debat/diskusi. Mendebat tulisan ini akan saya abaikan. Yang boleh hanya Like atau Share.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>