Maka BERGEMBIRALAH….!!!

Bagaimanakah kiranya jika rumah kita akan kedatangan walikota? Atau gubernur? Atau menteri? Atau presiden?
Perasaan apakah gerangan yang kemudian ada?
Tentu saja bukan ‘rasa yang pernah ada’.
Senang..?
Tentu saja. Siapa yang tidak senang dikunjungi oleh tamu-tamu agung itu.
Bangga…?
Tentu saja. Siapa yang tidak bangga. Diantara sekian warga rumah kita yang dipilih untuk dikunjungi.
 
Ramadhan, yang sebentar lagi menyapa kita, mendatangi kita semua, adalah tamu agung yang tentu lebih mulia dari walikota, gubernur, menteri, presiden atau siapapun makhluq yang saat ini menghuni bumi. Ramadhan adalah tamu agung, karena Allah menurunkan Al-Quran di bulan itu. 
Marhaban Ya Ramadhan…!!!
 
Maka berGEMBIRAlah…!!!
 
Karena satu tanda keimanan adalah seorang muslim bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan. Ibarat akan menyambut tamu agung yang ia nanti-nantikan seperti saya sebutkan diatas, maka mari kita persiapkan segalanya dengan hati yang sangat senang tamu Ramadhan akan datang.
 
Maka berGEMBIRAlah…!!!
 
Karena Ramadhan datang bersama ‘rombongan’ keberkahan, keutamaan, kemulian, ampunan Allah dan perlindungan Allah dari neraka.
Bersama Ramadhan, Allah bukakan pintu-pintu surga. Allah tutup pintu-pintu neraka. Allah belenggu setan-setan.
Bersama Ramadhan pula, hadir ditengah-tengah kita satu malam yang lebih baik dari SERIBU BULAN.
 
Maka bergembiralah…!!!
Sambut Ramadhan dengan riang gembira…!!!
 
ARE YOU READY…???
 

Kelar Hidup Loe…?

Assalaamu’alaikum ayyuhal shalihin/shalihat…
Alhamdulillah, al-shalatu wa al-salamu ‘ala Rasulillah…

Ijinkan saya bertanya kepada kita semua.
Apa itu?

“Kapan terakhir kali kita membaca Al-Quran?”

Tadi pagi?
Tadi malam?
Kemarin?
Beberapa hari yang lalu?
Seminggu yang lalu?
Dua minggu yang lalu?
Sebulan yang lalu?
Atau…?

Saya berharap, kita adalah ahlul Quran, yang senantiasa membasahi bibir kita dengan bacaan Quran. Yang senantiasa mengharu biru dalam kesyahduan jika membaca Quran.
Mengapa?

Karena Al-Quran adalah CAHAYA yang diturunkan Allah, sebagai penerang yang menerangi kehidupan agar manusia tidak terkungkung dalam kejahiliyahan.
“Wahai umat manusia, sungguh telah datang kepada kalian keterangan yang jelas dari Rabb kalian, dan Kami turunkan kepada kalian cahaya yang terang-benderang.” (QS. an-Nisaa’: 174)

Karena Al-Quran adalah PETUNJUK yang akan menunjukkan arah mana yang akan kita tuju. Dengan berpegang teguh pada Quran, maka manusia tak akan sesat selama-lamanya.
“Alif lam lim. Inilah Kitab yang tidak ada sedikit pun keraguan padanya. Petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. al-Baqarah: 1-2).
“Sesungguhnya al-Qur’an ini menunjukkan kepada urusan yang lurus dan memberikan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman yang mengerjakan amal salih bahwasanya mereka akan mendapatkan pahala yang sangat besar.” (QS. al-Israa’: 9).

Karena Al-Quran adalah RAHMAT & OBAT yang dengannya Allah akan memberikan rahmat dan memberikan obat dari segala macam penyakit. Membaca Quran adalah sarana dzikrullah, yang dengannya Allah menjadikan hati kita tenang dan tenteram.
“Dan Kami turunkan dari al-Qur’an itu obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Akan tetapi ia tidaklah menambah bagi orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. al-Israa’: 82)

Karena Al-Quran adalah PERNIAGAAN YANG MENGUNTUNGKAN. Setiap huruf yang kita baca Allah memberikan balasan 1 kebaikan, dan 1 kebaikan itu dilipatgandakan Allah menjadi 10 kebaikan. Kalau masih mau untung lagi, membaca Al-Quran adalah kebaikan, yang dengannya Allah hapuskan keburukan-keburukan.
Siapapun dia –jika muslim– yang membaca Al Quran baik paham atau tidak paham, maka dia akan mendapatkan ganjaran pahala sebagaimana yang dijanjikan Allah.

Maka, nikmat Allah mana lagi yang akan kita dustakan…???

Mari selalu memohon pertolongan kepada Allah, agar kita selalu dzikrullah, selalu bersyukur atas nikmat Allah dan memperbaiki ‘ibadah kita kepada Allah, termasuk -namun tidak terbatas didalamnya- adalah membaca Al-Quran.

Dengan demikian, kita terhindar dari orang-orang yang “KELAR HIDUP LOE…” karena jauh dari Allah, jauh dari Rasululullah, jauh dari Al-Quran. Na’udzubillah…..

‘Haji dan Umroh’ di Bulan Ramadhan

itikafAlhamdulillah, hari ini H+5 Ramadhan, dan H-24/H-25 Idul Fitri.

Sepatutnya kita bersyukur atas nikmat Ramadhan yang sudah kita jalani, dan yakinlah bahwa keberkahan yang dijanjikan Allah mengiringi serta.

Bagaimana kabar sedekah dan infaq kita?
Bagaimana kabar tilawah Qur’an kita?
Bagaimana kabar sholat jama’ah di masjid dan di awal waktu kita?
Bagaimana kabar sholat2 sunnah nawafil kita?
Bagaimana silaturahmi kita?
Bagaimana Haji dan Umroh kita, sudahkah kita melakukannya di Ramadhan ini?

Loh? Haji dan Umroh di bulan Ramadhan?
Iya. Bahkan kata Rasulullah SAW “Sempurna…sempurna…sempurna”
Koq bisa? Bagaimana caranya?
Mudah saja, insya Allah….
Mau tau? Mau tahu aja atau mau tau banget?
Kalau mau tau banget, silakan…

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

Halaqoh_Az_Zikra_20140102_141035“Barangsiapa yang shalat shubuh dengan berjama’ah kemudian dia berdzikir kepada Allah Ta’ala sampai terbitnya matahari lalu dia shalat dua raka’at, maka pahalanya seperti pahala berhaji dan ‘umrah, sempurna, sempurna, sempurna.”

(HR. At-Tirmidziy no.591 dan dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albaniy di dalam Shahih Sunan At-Tirmidziy no.480, Al-Misykat no.971 dan Shahih At-Targhiib no.468, lihat juga Shahih Kitab Al-Adzkaar 1/213 karya Asy-Syaikh Salim Al-Hilaliy)

Dalam riwayat lain disebutkan:

من صلى صلاة الصبح في جماعة ثم ثبت حتى يسبح لله سبحة الضحى كان له كأجر حاج ومعتمر تاما له حجة وعمرة

Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh dengan berjamaa’ah, kemudian dia tetap (ditempatnya) hingga dia SHALAT DHUHA, maka pahalanya seperti haji dan umrah yang sempurna

(HR ath thabraaniy; hasan lighayrihi, lihat shahiih at targhiib no. 469)

So?
Mari kita Haji dan Umroh di bulan Ramadhan, mau tiap hari, dua-tiga hari sekali, tiap minggu atau sekali saja juga boleh.

Lalu apa yang bisa dilakukan?
Kita bisa berdzikir apapun dzikir yang kita bisa, tilawah Qur’an, atau mengikuti Kuliah Subuh.

Kalau tilawah Qur’an saya suka ngantuk, gimana dong?
Oh jika kantuk datang, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Diantaranya adalah berwudhu kembali, atau tilawah Qur’an sambil berdiri atau bisa juga berpindah-pindah tempat.

Bagaimana, sudah siapa ‘berangkat’ Haji dan Umroh di Bulan Ramadhan?
Insya Allah…