ISLAM, YES! Islam Nusantara, NO!

Akhir-akhir ini ramai dibicarakan istilah Islam Nusantara. Ndak tahu ini akal-akalan siapa, tapi yang jelas ulah-ulah seperti ini ndak jauh-jauh dari orang-orang sekuler liberal, yang mempelajari ISLAM dari orientalis barat, yang telah termakan propaganda ISLAMphobia.
Rupanya jualan Islam Liberal, Islam Moderat, Islam Inklusif sudah ndak laku, sehingga mencara kosa kata yang membumi. Nusantara.

Jika diperhatikan dengan seksama, Islam Nusantara ini ujung-ujungnya menjauhkan ummat Islam dari jati dirinya, ISLAM.
Aktivis Islam Nusantara juga gak jauh-jauh dari aktivis JIL, sebuah kelompok orang-orang liberal yang pemikiran-pemikirannya melenceng dari ajaran ISLAM.

Diantaranya :
– Finalitas kenabian Muhammad perlu ditinjau ulang
– Al-Quran adalah kisah dongeng
– Jilbab adalah budaya Arab, tidak wajib bagi perempuan muslim
– Mendukung kampanye LGBT, Lesbian Gay Bisex Transgender
– Mendukung pernikahan beda agama
– Mendukung pernikahan sejenis
dan pemikiran-pemikiran lain yang menyimpang dari ajaran ISLAM.

Mereka menggunakan nama Islam Nusantara bukan tanpa maksud. Dan target terbesar dari kelompok ini adalah NU, Nahdhatul Ulama. Bahkan beberapa sudah menuliskan kata nusantara dengan NUsantara, mencoba membuat daya tarik untuk menipu ummat di grass root.

Maka sodara-sodaraku, dulur-dulurku, janganlah kalian tertipu dengan kampanye Islam Nusantara. ISLAM terlalu sempit jika hanya diberi atribut nusantara.
ISLAM diturunkan Allah melalui para Nabi dan Nabi terakhir adalah Muhammad SAW, yang diutus sebagai rahmat untuk seluruh alam. ISLAM adalah ke-UNIVERSAL-an itu sendiri. Tidak perlu atribut nusantara.
Para Wali membawa ajaran Islam ke Indonesia, untuk meng-ISLAM-kan nusantara, bukan me-nusantara-kan ISLAM.

Waspadalah terhadap propaganda anti ISLAM yang kadang juga dilakukan oleh orang ISLAM, karena salah belajar tentang ISLAM.

WAllahu a’lamu bi ash-shawab…

‘Haji dan Umroh’ di Bulan Ramadhan

itikafAlhamdulillah, hari ini H+5 Ramadhan, dan H-24/H-25 Idul Fitri.

Sepatutnya kita bersyukur atas nikmat Ramadhan yang sudah kita jalani, dan yakinlah bahwa keberkahan yang dijanjikan Allah mengiringi serta.

Bagaimana kabar sedekah dan infaq kita?
Bagaimana kabar tilawah Qur’an kita?
Bagaimana kabar sholat jama’ah di masjid dan di awal waktu kita?
Bagaimana kabar sholat2 sunnah nawafil kita?
Bagaimana silaturahmi kita?
Bagaimana Haji dan Umroh kita, sudahkah kita melakukannya di Ramadhan ini?

Loh? Haji dan Umroh di bulan Ramadhan?
Iya. Bahkan kata Rasulullah SAW “Sempurna…sempurna…sempurna”
Koq bisa? Bagaimana caranya?
Mudah saja, insya Allah….
Mau tau? Mau tahu aja atau mau tau banget?
Kalau mau tau banget, silakan…

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

Halaqoh_Az_Zikra_20140102_141035“Barangsiapa yang shalat shubuh dengan berjama’ah kemudian dia berdzikir kepada Allah Ta’ala sampai terbitnya matahari lalu dia shalat dua raka’at, maka pahalanya seperti pahala berhaji dan ‘umrah, sempurna, sempurna, sempurna.”

(HR. At-Tirmidziy no.591 dan dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albaniy di dalam Shahih Sunan At-Tirmidziy no.480, Al-Misykat no.971 dan Shahih At-Targhiib no.468, lihat juga Shahih Kitab Al-Adzkaar 1/213 karya Asy-Syaikh Salim Al-Hilaliy)

Dalam riwayat lain disebutkan:

من صلى صلاة الصبح في جماعة ثم ثبت حتى يسبح لله سبحة الضحى كان له كأجر حاج ومعتمر تاما له حجة وعمرة

Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh dengan berjamaa’ah, kemudian dia tetap (ditempatnya) hingga dia SHALAT DHUHA, maka pahalanya seperti haji dan umrah yang sempurna

(HR ath thabraaniy; hasan lighayrihi, lihat shahiih at targhiib no. 469)

So?
Mari kita Haji dan Umroh di bulan Ramadhan, mau tiap hari, dua-tiga hari sekali, tiap minggu atau sekali saja juga boleh.

Lalu apa yang bisa dilakukan?
Kita bisa berdzikir apapun dzikir yang kita bisa, tilawah Qur’an, atau mengikuti Kuliah Subuh.

Kalau tilawah Qur’an saya suka ngantuk, gimana dong?
Oh jika kantuk datang, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Diantaranya adalah berwudhu kembali, atau tilawah Qur’an sambil berdiri atau bisa juga berpindah-pindah tempat.

Bagaimana, sudah siapa ‘berangkat’ Haji dan Umroh di Bulan Ramadhan?
Insya Allah…

Marhaban Yaa Ramadhan…..!!!

marhaban-yaa-ramadhanH-2 menuju Ramadhan, bulan yang diawalnya penuh rahmat Allah, ditengahnya penuh dengan ampunan Allah dan di penghujungnya ada janji Allah untuk orang beriman dihindarkan dari api neraka.

Sudah sepatutnya sebagai orang beriman kepada Allah dan hari akhir, kita menyiapkan diri karena ada ‘tamu agung’ yang akan datang. Kalau untuk menyambut kunjungan pejabat saja kita memantaskan diri dalam segala hal, apakah lagi untuk menyambut Ramadhan? Bulan yang dengannya ‘amal sunnah dinilai sama dengan ‘amal wajib, dan ‘amal wajib dilipatgandakan balasan kebaikannya hingga tujuh puluh kali lipat.

Marhaban Yaa Ramadhan…
Mari kita sambut dengan gembira bulan yang suci dan dimuliakan Allah ini.
Pantang bagi orang-oran beriman untuk melewatkan kesempatan emas ‘bercinta’ dengan Ramadhan. Pantang pula bagi orang-orang beriman untuk mengabaikan kehadirannya.
Apatah lagi berkeluh kesah akan kehadirannya. Na’udzubillah…

Sudah bersiapkah kita?
Sudah memantaskan dirikah kita?